Kamis, 14 April 2016

Konfigurasi FortiAP210B

Pagi yang indah ini, menyisakan sebuah tanda tanya dalam lelap tidur di malam sebelumnya. Kemarin sore ada sebuah permintaan dari teman-teman kantor, bahwa salah satu akses poin ( terkenal wifi ) ada yang rusak. Karena ada beberapa wifi yang sudah dilepas dan diganti dengan yang baru, iseng ajah melakukan konfigurasi perangkat FortiAP210B yang telah diganti. Seperti biasa, mencari panduan dari perangkat dan dokumentasi perangkat. Seperti perang, harus tau dulu medan dan situasi. Panduan digunakan untuk melakukan konfigurasi perangkat, agar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dokumentasi perangkat, untuk panduan dari ip, gateway, dll.
Langkah awal sih menyiapkan kabel konsol dan aplikasi SSH dan telnet client untuk windows. Kemudian nyalakan perangkat tersebut dan konfigurasi awal aplikasi SSH tersebut sesuai dengan gambar berikut

Senin, 11 April 2016

LPSE ... oh ... LPSE

Mengapa dengan LPSE?

Tak terasa sudah memasuki minggu kedua di bulan April, dan tak terasa pusing sudah sampai ubun-ubun. Selain anak lagi sakit, juga ada masalah di LPSE. LPSE menjadi sering masalah, dari tidak bisa upload dokumen dan tidak bisa login penyedia. Apa yang terjadi? Kenapa seperti ini? Komplain demi komplain harus dilayani dan segera ditindak lanjuti.
Tak seberapa lama, akhirnya muncul juga solusi / penyelesaian masalah untuk login penyedia. Bahwa server inaproc (portal pengadaan nasional) mengalami masalah sejak 28 Maret 2016. Hal ini dapat dibaca pada tautan ini.
Dalam tautan diatas, dinyatakan bahwa 
  1. Penyedia tidak dapat login pada seluruh LPSE
  2. Pejabat pengadaan/PPK/Panitia tidak dapat mengakses halaman aplikasi eprocurement lainnya
Sampai poin ini sudah selesai masalah untuk login. Tetapi untuk hal lain belum ada penyelesaiannya, mulai eror dari pemasukan dokumen upload panitia, dan lain-lain. Sempat terpikir untuk melakukan investigasi sendiri terkait masalah LPSE. Sudah sering masalah terjadi, dimana service harus sering di restart.

Selasa, 22 Maret 2016

Mengenal apa itu CDN

Apa itu CDN?
Entah beberapa waktu lalu kepikiran terkait tentang CDN. Barang apa itu? Seperti sebuah momok bagi koneksi internet. Daripada ribut-ribut dan bengong kaya sapi ompong akhirnya googling ajah. 
Teknologi website sekarang sudah maju dan akan semakin meningkat dengan inovasi-inovasi yang dilakukan. Dulu ketika masa awal koneksi, website dikenal hanya satu koneksi langsung ke server atau yang dikenal dengan single server distribution.
single-server-distribution

Jumat, 18 Maret 2016

Non aktif Autoconfiguration IPV4 address

Beberapa hari lalu, install windows server 2012 r2 standard di mesin virtualisasi berbasis vm ware. Rencananya akan dipakai sebagai controller hotspot, tetapi ada kendala bahwa server tersebut tidak bisa terkoneksi ke internet atau muncul pesan ip konflik.
Akhirnya daripada bingung, iseng buka command prompt lalu ketik perintah :
ipconfig /all
Seperti gambar berikut ini
command-ipconfig-1
Inilah penyebabnya. Kenapa bisa seperti ini, saya juga bingung. Lalu apa yang harus dilakukan jika ada masalah seperti ini. Akhirnya masuk lagi ke command prompt, ketik perintah
netsh interface ipv4 show inter
Dapat diliat pada gambar sebagai berikut :
command-ipconfig-2
Diingat yah, bahwa name nya harus ethernet atau local area network. Selanjutnya, ketik 
netsh interface ipv4 set interface 12 dadtransmits=0 store=persistent
command-ipconfig-3

Kemudian matikan service dhcp client, jangan lupa restart server. Saatnya maksi. Hahahahahaha

Senin, 15 Februari 2016

Pilihan moved it dan copied it

Pilihan yang sulit
Pagi ini ketika sedang memantau server, ada sebuah hal yang menggelitik. Ada pesan masuk terkait dengan server VMware dimana ada virtual machine yang muncul notifikasi sebagai berikut :
vmware-move-1
Lalu apa yang harus kita lakukan? Setelah googling dan tanya temen yang expert akhirnya diputuskan bahwa pilih moved it. Setelah itu virtual server menjadi normal dan berjalan dengan semestinya. Berikut ini perbedaan antara moved it dan copied it
vmware-move-2

Selasa, 22 Desember 2015

Problem di Storwize V7000

Weekend lalu, menjadi weekend yang dihabiskan di kantor seperti weekend minggu sebelumnya. Weekend lalu ada jadwal untuk melakukan pemasangan perangkat baru di jaringan existing. Hal pertama yang dilakukan adalah mengganti perangkat core switch dan memasang SFP fo untuk semua gedung ke perangkat ini. Selain memasang core switch juga mengganti semua distribusi switch untuk bisa konek dengan perangkat core switch.
Dalam hal ini, ada sedikit bersinggungan dengan switch dari san switch. Dimana akan terjadi penggantian san switch. Disini yang menjadi titik kritikal yang bisa menjadi bencana besar. Switch di sini menjadi perangkat penghubung antara san storage dan server virtualisasi. Terdapat berbagai macam data di virtual server ini.
Sementara penggantian core switch aman, dilanjut dengan penggantian switch san. Disini prosedur yang dilakukan adalah mematikan vm terlebih dahulu, kemudian mematikan storwize, dan akhirnya mematikan control dan expansion enclosure. Semua sudah dilakukan. Saatnya menyalakan kembali semua perangkat dari expansion dan control enclosure selanjutnya vm server.
Disinilah terjadi sedikit masalah, dimana storage tidak terbaca oleh server vm. Jalan satu-satunya lewat cli yang ada di storage. Secara network, sudah bisa saling ngobrol, tetapi service san storage seperti ada yang nyangkut.
Setelah baca-baca di web, ada satu perintah untuk melakukan restart dengan perintah
satask stopnode -reboot <panel name>
Perintah tersebut sudah dilakukan kemudian, melakukan restart terhadap server vm. Akhirnya sudah tersambung juga vm dengan storage. Yang penting lagi, cek browser apakah support untuk managemen

Selasa, 27 Oktober 2015

Problem redirect domain

Kemarin ketika sedang disibukkan dengan permasalahan web lelang elektronik yang tidak bisa diakses sejak beberapa hari. Akhirnya selesai juga permasalahan tersebut dengan mengganti switch dan kabel jaringan (jangan ngambek lagi yang web). Tak lama datang pesan yang bikin deg-degan juga, redirect domain tidak jalan. Kenapa bisa begitu, dari developer sudah membuat script untuk redirect domain. Saya cek juga domain utama, ternyata sudah dialihkan. Apa yang salah yah?
Dalam domain saya sudah saya alihkan, misal
www,domain2    IN A               192.168.x.x
domain2              IN CNAME   www.domain2
www.domain1    IN CNAME    www.domain2
domain1              IN CNAME   www.domain2
Saya cek juga di script di server sudah diarahkan ke domain baru. Scriptnya sebagai berikut
<script>
if(window.location.href == 'http://www.domain1.co.id')
{
window.location="http://www.domain2.co.id";
}
</script>